Dalam perjalanan hidup, kita pasti pernah merasa berat, seakan semua masalah datang silih berganti. Namun satu hal yang tak boleh kita lupakan: Allah tidak pernah meninggalkan kita. Bisa jadi, justru ujian itulah cara Allah mempersiapkan kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan hebat di masa depan.
Nabi Muhammad ﷺ pun Pernah Gelisah
Kadang kita berpikir bahwa hanya kita yang pernah merasakan kesedihan, ketakutan, kegalauan, atau kekhawatiran. Namun ketahuilah, semua rasa itu pernah dirasakan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Bahkan beliau, yang paling dicintai Allah, pernah menghadapi situasi sangat berat.
Suatu ketika, wahyu yang biasanya rutin turun tiba-tiba terhenti dalam waktu yang cukup lama. Keadaan ini menimbulkan spekulasi di kalangan kaum kafir Quraisy. Mereka menuduh Nabi gila, kehilangan pegangan, dan ditinggalkan oleh Tuhannya. Tuduhan demi tuduhan datang, hingga mengguncang batin beliau. Namun justru pada titik inilah Allah menguatkan hati Nabi dengan turunnya Surah Ad-Dhuha.
Pesan dari Surah Ad-Dhuha: Allah Tidak Pernah Meninggalkanmu
“Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.”(QS. Ad-Dhuha: 1-3)
Ayat ini bukan sekadar sumpah atas waktu dhuha dan malam. Waktu dhuha melambangkan masa-masa tenang, terang, dan penuh harapan, sedangkan malam yang gelap adalah simbol kesulitan, kesendirian, dan kebingungan.
Allah berfirman: “Wad-dhuha”, seakan berkata: "Wahai Muhammad, Aku bersumpah demi semua ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan yang pernah engkau rasakan." Lalu Allah bersumpah juga dengan “wal-laili idza saja” — malam yang gelap gulita — seolah berkata: "Aku pun tahu saat kamu berada dalam situasi paling berat."
Dan puncaknya: “Ma wadda’aka rabbuka wa ma qala.” Tuhanmu tidak pernah meninggalkanmu. Tuhanmu tidak membencimu. Itulah pegangan bagi siapa pun yang sedang merasa kehilangan harapan.
Ujian adalah Jalan Menuju Kebaikan yang Lebih Besar
Setiap ujian adalah bagian dari proses. Jika saat ini kamu merasa dihina, diremehkan, dituduh yang tidak-tidak, bahkan merasa berada di titik paling kelam — maka itu semua hanya bagian dari jalan yang sedang Allah bukakan untuk membuatmu lebih tangguh.
“Dan sungguh, yang kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.”(QS. Ad-Dhuha: 4)
Janji Allah, bukan hanya saat ini yang akan Ia jaga, tapi masa depanmu akan Ia buat lebih baik. Bahkan kelak di akhirat, Allah akan memberikan segalanya hingga engkau merasa puas.
“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu engkau akan ridha.”(QS. Ad-Dhuha: 5)
Ingatlah Nikmat Allah di Masa Lalu
Saat hidup terasa sempit, Allah menyuruh kita untuk mengingat nikmat-nikmat-Nya yang lalu. Bukankah dulu kamu pernah dalam kondisi lemah, lalu Allah kuatkan? Bukankah dulu kamu dalam kekurangan, lalu Allah cukupkan? Maka jika saat ini kamu diuji, itu bukan karena Allah benci, tapi karena Allah sedang mengarahkanmu untuk melangkah lebih tinggi.
Jangan Lupakan Adab Setelah Diuji dan Dikuatkan
Ketika Allah telah melapangkan hidupmu, jangan pernah sombong. Jangan membentak orang lain yang sedang kesulitan. Jangan merendahkan orang yang tengah susah. Ingatlah, semua yang kamu miliki hari ini adalah karunia, bukan sepenuhnya hasil usahamu sendiri.
Surah Al-Insyirah: Lapangkan Hatimu, Selesaikan Masalahmu
Setelah Surah Ad-Dhuha, Allah menurunkan Surah Al-Insyirah. Isinya menguatkan lagi:
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?”(QS. Al-Insyirah: 1)
Jika Nabi Musa harus berdoa dahulu agar dadanya dilapangkan saat menghadapi Firaun, maka Nabi Muhammad ﷺ justru dilapangkan tanpa perlu meminta. Ini bukti kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya yang dekat.
Kisah di Thaif: Contoh Ketabahan yang Luar Biasa
Ketika Nabi dilempari batu di Thaif sampai berdarah-darah, malaikat menawarkan balasan dengan menghancurkan dua gunung. Namun Nabi berkata:
“Jangan. Mereka belum mengerti. Mungkin kelak akan lahir generasi yang beriman dari keturunan mereka.”
Betapa luas hati beliau. Betapa kuat beliau menahan amarah, karena yakin bahwa rahmat Allah lebih besar daripada kebencian manusia.
Akhirnya, Allah Angkat Derajat Beliau dengan Isra’ dan Mi’raj
Setelah melalui berbagai ujian, Allah memberi hadiah: Isra’ dan Mi’raj. Nabi diangkat ke langit, bertemu langsung dengan Allah, dan diberi perintah salat sebagai penenang jiwa. Begitu pula dengan kita: setelah ujian, akan datang kemuliaan jika kita bersabar.
Kesimpulan: Ujian Bukan Akhir, Tapi Awal dari Kemuliaan
Jika kamu merasa lelah, kecewa, atau sedang diuji — jangan menyerah. Ingatlah bahwa orang hebat tidak akan sepi dari cobaan. Justru dari cobaan itulah Allah membentuk pribadi yang lebih tangguh dan siap menerima amanah yang lebih besar.
Dan percayalah, Allah tidak akan meninggalkanmu. Ia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang bisa kamu bayangkan hari ini.
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."(QS. Al-Insyirah: 6)
Posting Komentar untuk "Ketika Hidup Terasa Berat, Ingatlah Janji Allah: Ia Tak Pernah Meninggalkanmu"