Pencapaian Terbesarku Tahun 2025: Bersandar pada Tuhan dan Berani Berdamai dengan Luka

 

Lika-liku perjalanan 2025 bagiku adalah sebuah pencapaian. Bukan tentang harta yang berlimpah, bukan tentang naik jabatan, atau pengakuan manusia.

Bagiku, pencapaian adalah ketika hidup berada di titik terendah— saat sedih akan masa lalu, takut akan masa depan, saat tidak ada dukungan dari orang terdekat, tidak dihargai dan terus dibandingkan, hingga diri terasa rapuh, lemah, terluka, dan kehilangan arah.

Namun di titik itu, Allah tidak pernah meninggalkanku. Dia menjagaku, melindungiku, dan memberiku arah. Dan di situlah aku mengerti, bahwa kehadiran-Nya yang setia adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

Orang-orang di sekitarku menilai keputusanku sebagai langkah yang salah. Ada yang menganggapku bodoh, karena mereka hanya melihat dari satu sisi. Padahal di balik setiap keputusan itu, aku tidak berjalan sendiri.

Aku senantiasa melibatkan Allah, berserah diri melalui doa-doa, dan memberanikan diri melangkah mengikuti arah yang Dia tunjukkan.

Tahun 2025 juga mengajarkanku satu hal penting:

ketika aku belajar takut kepada Tuhan, di situlah Tuhan justru memberiku kekuatan. Kekuatan untuk berani menghadapi cobaan, berani memilih yang benar meski tidak populer, dan berani melangkah meski harus sendirian.

Tahun 2025 mengajarkanku untuk berharap hanya kepada Tuhan. Mengajarkanku untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti, tidak membalas dendam, dan tetap bersikap lembut. Sambil berdoa agar rasa sakit ini menjadi pahala bagiku, dan orang-orang yang menyakitiku dilapangkan rezekinya.

Namun aku juga belajar bahwa memaafkan bukan berarti mengabaikan diri. Aku belajar menjaga batas, memilih menjauh dari yang melukai, dan menyadari bahwa kelembutan tidak harus mengorbankan harga diri.

Karena hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling sadar bahwa Tuhan selalu bersama kita. Takut kepada-Nya justru membuat kita mempunyai kekuatan untuk berani menghadapi cobaan.

Berani tetap lembut, tabah, bersyukur, dan memilih memaafkan—bahkan dengan doa baik bagi yang melukai— tanpa kembali ke tempat yang menyakitkan.


Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 155-157

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

(155) Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun".


أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

(157) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk


Lalu bagaimana cara terbaik kita ketika menghadapi cobaan, Allah SWT sangat baik sudah memberikan solusinya yaitu dalam surat Al-Baqarah ayat 153


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(153) Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.


Posting Komentar untuk "Pencapaian Terbesarku Tahun 2025: Bersandar pada Tuhan dan Berani Berdamai dengan Luka"